Kalkulator Volume Silinder
Kalkulator Volume Silinder
Apakah kami menyelesaikan masalah Anda hari ini?
Definisi Volume Silinder
Volume silinder adalah jumlah total ruang yang tertutup di dalam silinder — benda padat 3D dengan dua alas melingkar paralel yang dihubungkan oleh permukaan melengkung. Volume silinder diukur dalam satuan kubik seperti sentimeter kubik (cm³), meter kubik (m³), inci kubik (cu in), atau liter (l).
Rumus Volume Silinder
Rumus volume silinder untuk silinder kanan adalah:
Rumusnya bekerja dengan terlebih dahulu menghitung luas alas lingkaran (π × r²), lalu mengalikan luas alas dengan tinggi silinder. Hasilnya adalah volume silinder dalam satuan kubik.
Bila menggunakan diameter dan bukan jari-jari, rumus volume silinder menjadi: V = π × (d/2)² × h, atau setara dengan V = (π × d² × h) / 4, dengan d adalah diameter silinder.
Diagram Volume Silinder
Diagram volume silinder di bawah menunjukkan semua dimensi yang diperlukan untuk menghitung volume silinder. Arahkan kursor ke setiap dimensi berlabel untuk melihat perannya dalam rumus volume silinder.
Arahkan kursor ke dimensi untuk mempelajari lebih lanjut
Cara Menghitung Volume Silinder
Untuk menghitung volume silinder, ikuti 3 langkah berikut:
- Ukur jari-jari silinder. Ukur jarak dari pusat alas lingkaran ke tepinya. Jari-jari dapat dalam satuan apa saja — sentimeter (cm), meter (m), inci (dalam), atau kaki (kaki). Gunakan penggaris atau pita pengukur untuk silinder fisik.
- Kuadratkan jari-jarinya dan kalikan hasilnya dengan Pi (π). Ini akan menghitung luas alas lingkaran. Untuk silinder berjari-jari 5 cm: π × 5² = π × 25 = 78,54 cm².
- Kalikan luas alas dengan tinggi silinder. Hasil akhirnya adalah volume silinder. Untuk silinder dengan jari-jari 5 cm dan tinggi 10 cm: 78,54 × 10 = 785,40 cm³ (0,785 liter atau sekitar 0,21 galon AS).
Kalkulator Langkah Interaktif
Volume Silinder Berongga
silinder berongga, disebut juga cangkang silinder, adalah silinder yang silindernya lebih kecil dilepas dari bagian tengahnya. Kedua silinder berbagi sumbu vertikal yang sama. Sedotan, pipa air, dan gulungan tisu toilet adalah contoh silinder berongga.
Rumus volume silinder berongga adalah:
Dimana R adalah jari-jari luar, r adalah jari-jari dalam, dan h adalah tinggi silinder.
Rumus yang sama dapat menggunakan diameter luar (D) dan diameter dalam (d): V = π × h × [(D² − d²) / 4].
Untuk gulungan tisu toilet dengan diameter luar 11 cm (jari-jari luar 5,5 cm), diameter dalam 4 cm (jari-jari dalam 2 cm), dan tinggi 9 cm: V = π × 9 × (5,5² − 2²) = π × 9 × (30,25 − 4) = π × 9 × 26,25 = 742,2 cm³. Volume ini mewakili ruang yang ditempati oleh kertas dan karton.
Sesuaikan penggeser untuk mengubah radius internal
Volume Silinder Miring
silinder miring (atau silinder miring) adalah silinder yang sisi-sisinya tidak tegak lurus terhadap alasnya. Silinder miring condong ke satu sisi, berbeda dengan silinder kanan standar yang berdiri tegak.
Rumus volume silinder untuk silinder miring sama dengan rumus untuk silinder siku-siku: V = π × r² × h. Perbedaan utamanya adalah tinggi (h) harus tinggi tegak lurus — jarak terpendek antara dua alas sejajar — bukan panjang sisi miringnya.
Ini berhasil karena prinsip Cavalieri: dua benda padat 3D dengan luas penampang yang sama pada setiap ketinggian memiliki volume yang sama. Memiringkan silinder tidak mengubah luas penampang lingkaran pada ketinggian berapa pun.
Geser untuk memiringkan silinder dan lihat bagaimana ketinggian tegak lurus tetap konstan
Volume Silinder Miring
Volume silinder miring menggunakan sudut miring dan panjang sisi, bukan tinggi tegak lurus. Pendekatan ini praktis bila ketinggian tegak lurus sulit diukur secara langsung.
Rumus volume silinder miring adalah:
Dimana r adalah jari-jari silinder, L adalah panjang sisi (panjang miring), dan θ adalah sudut miring antara sisi dan alasnya.
Untuk menghitung volume silinder miring, ikuti 6 langkah berikut:
- Temukan jari-jari, panjang sisi, dan sudut miring silinder.
- Kuadratkan radiusnya.
- Kalikan hasilnya dengan Pi (π).
- Ambillah dosa sudut.
- Kalikan sin dengan panjang sisinya.
- Kalikan hasil dari langkah 3 dan 5. Hasilnya adalah volume silinder yang miring.
Volume Silinder Elips
Silinder elips memiliki elips sebagai alasnya, bukan lingkaran. Elips mempunyai dua jari-jari: sumbu utama (jari-jari terbesar, sering diberi label a) dan sumbu minor (jari-jari terkecil, sering diberi label b).
Rumus volume silinder elips adalah:
Dimana a adalah sumbu mayor (jari-jari terbesar), b adalah sumbu minor (jari-jari terkecil), dan h adalah tinggi silinder.
Jika a = b, elips menjadi lingkaran dan rumusnya direduksi menjadi rumus standar volume silinder: V = π × r² × h.
Volume Silinder Oval
Silinder oval memiliki alas berbentuk oval (elips), bukan lingkaran. Istilah "silinder oval" dan "silinder elips" menggambarkan benda padat 3D yang sama — silinder dengan penampang elips.
Untuk mencari volume silinder oval, ikuti 4 langkah berikut:
- Kalikan jari-jari terkecil oval (sumbu minor) dengan jari-jari terbesar (sumbu utama).
- Kalikan hasil kali dengan Pi (π). Hasilnya adalah luas alas elips.
- Kalikan luas alas dengan tinggi silinder.
- Hasilnya adalah volume silinder oval.
Untuk silinder oval dengan sumbu mayor 8 cm, sumbu minor 5 cm, dan tinggi 12 cm: V = π × 8 × 5 × 12 = π × 480 = 1.507,96 cm³ (1,508 liter atau sekitar 0,398 galon AS).
Volume Silinder Kanan
Silinder siku-siku adalah silinder yang sisi-sisinya tegak lurus (dengan sudut 90°) terhadap alasnya yang berbentuk lingkaran. Yang dimaksud dengan “kanan” adalah sumbu yang menghubungkan pusat kedua alasnya tegak lurus terhadap alasnya. Kebanyakan silinder yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari — kaleng, botol, pipa — adalah silinder kanan.
Volume silinder siku-siku menggunakan rumus standar volume silinder: V = π × r² × h, dengan r adalah jari-jari silinder dan h adalah tinggi silinder.
Perbedaan silinder kanan dan silinder miring terletak pada orientasi sumbunya. Silinder kanan berdiri tegak, sedangkan silinder miring miring. Keduanya mempunyai volume yang sama jika tinggi dan jari-jari tegak lurusnya sama.
Volume Silinder vs Bola
Sebuah bola yang tertulis di dalam silinder (menyentuh alas dan sisinya) memiliki hubungan volume tertentu dengan silinder tersebut. Volume bola sama dengan dua pertiga (⅔) volume silinder.
Rumusnya adalah:
- Volume silinder = π × r² × h = π × r² × 2r = 2πr³
- Volume bola = (4/3) × π × r³ = (4/3)πr³
- Rasio: Bola / Silinder = (4/3)πr³ / 2πr³ = 2/3
Untuk silinder berjari-jari 5 cm dan tinggi 10 cm (2r): volume silinder = 2π × 125 = 785,40 cm³. Volume bola yang tertulis = (4/3) × π × 125 = 523,60 cm³, tepatnya ⅔ dari 785,40.
Volume: Silinder vs Kerucut
Kerucut yang jari-jari dan tingginya sama dengan silinder mempunyai volume tepat sepertiga (⅓). Hubungan ini adalah sifat dasar benda padat 3D.
Rumusnya menunjukkan hubungan:
- Volume silinder = π × r² × h
- Volume kerucut = (1/3) × π × r² × h
- Rasio: Kerucut / Silinder = 1/3
3 buah kerucut yang jari-jari dan tingginya sama mengisi tepat 1 silinder. Hal ini dapat ditunjukkan dengan mengisi kerucut dengan air sebanyak tiga kali dan menuangkan air ke dalam silinder dengan dimensi yang sama — silinder tersebut terisi penuh.
Alat Kalkulator
Jelajahi 39 kalkulator silinder khusus kami — masing-masing dirancang untuk kebutuhan penghitungan tertentu.