Kalkulator Volume Silinder

Kalkulator Volume Silinder


r h
V = π · r² · h
R r h
V = π · h · (R² − r²)
Tautan disalin ke papan klip!

Definisi Volume Silinder

Volume silinder adalah jumlah total ruang yang tertutup di dalam silinder — benda padat 3D dengan dua alas melingkar paralel yang dihubungkan oleh permukaan melengkung. Volume silinder diukur dalam satuan kubik seperti sentimeter kubik (cm³), meter kubik (m³), inci kubik (cu in), atau liter (l).

Rumus Volume Silinder

Rumus volume silinder untuk silinder kanan adalah:

V = π × × h
π (Pi) = 3,14159… — perbandingan keliling lingkaran dengan diameternya
r = jari-jari silinder — jarak dari pusat alas lingkaran ke tepinya
h = tinggi silinder — jarak tegak lurus antara dua alas lingkaran

Rumusnya bekerja dengan terlebih dahulu menghitung luas alas lingkaran (π × r²), lalu mengalikan luas alas dengan tinggi silinder. Hasilnya adalah volume silinder dalam satuan kubik.

Bila menggunakan diameter dan bukan jari-jari, rumus volume silinder menjadi: V = π × (d/2)² × h, atau setara dengan V = (π × d² × h) / 4, dengan d adalah diameter silinder.

Diagram Volume Silinder

Diagram volume silinder di bawah menunjukkan semua dimensi yang diperlukan untuk menghitung volume silinder. Arahkan kursor ke setiap dimensi berlabel untuk melihat perannya dalam rumus volume silinder.

r (radius) h (height) d (diameter = 2r)

Arahkan kursor ke dimensi untuk mempelajari lebih lanjut

Cara Menghitung Volume Silinder

Untuk menghitung volume silinder, ikuti 3 langkah berikut:

  1. Ukur jari-jari silinder. Ukur jarak dari pusat alas lingkaran ke tepinya. Jari-jari dapat dalam satuan apa saja — sentimeter (cm), meter (m), inci (dalam), atau kaki (kaki). Gunakan penggaris atau pita pengukur untuk silinder fisik.
  2. Kuadratkan jari-jarinya dan kalikan hasilnya dengan Pi (π). Ini akan menghitung luas alas lingkaran. Untuk silinder berjari-jari 5 cm: π × 5² = π × 25 = 78,54 cm².
  3. Kalikan luas alas dengan tinggi silinder. Hasil akhirnya adalah volume silinder. Untuk silinder dengan jari-jari 5 cm dan tinggi 10 cm: 78,54 × 10 = 785,40 cm³ (0,785 liter atau sekitar 0,21 galon AS).

Kalkulator Langkah Interaktif

cm
cm
r = 5 h = 10
Langkah 1: r = 5 cm
Langkah 2: π × 5² = π × 25 = 78.54 cm²
Langkah 3: 78.54 × 10 = 785.40 cm³

Volume Silinder Berongga

silinder berongga, disebut juga cangkang silinder, adalah silinder yang silindernya lebih kecil dilepas dari bagian tengahnya. Kedua silinder berbagi sumbu vertikal yang sama. Sedotan, pipa air, dan gulungan tisu toilet adalah contoh silinder berongga.

Rumus volume silinder berongga adalah:

V=π×h×(R² − r²)

Dimana R adalah jari-jari luar, r adalah jari-jari dalam, dan h adalah tinggi silinder.

Rumus yang sama dapat menggunakan diameter luar (D) dan diameter dalam (d): V = π × h × [(D² − d²) / 4].

Untuk gulungan tisu toilet dengan diameter luar 11 cm (jari-jari luar 5,5 cm), diameter dalam 4 cm (jari-jari dalam 2 cm), dan tinggi 9 cm: V = π × 9 × (5,5² − 2²) = π × 9 × (30,25 − 4) = π × 9 × 26,25 = 742,2 cm³. Volume ini mewakili ruang yang ditempati oleh kertas dan karton.

R r h

Sesuaikan penggeser untuk mengubah radius internal

Volume Silinder Miring

silinder miring (atau silinder miring) adalah silinder yang sisi-sisinya tidak tegak lurus terhadap alasnya. Silinder miring condong ke satu sisi, berbeda dengan silinder kanan standar yang berdiri tegak.

Rumus volume silinder untuk silinder miring sama dengan rumus untuk silinder siku-siku: V = π × r² × h. Perbedaan utamanya adalah tinggi (h) harus tinggi tegak lurus — jarak terpendek antara dua alas sejajar — bukan panjang sisi miringnya.

Ini berhasil karena prinsip Cavalieri: dua benda padat 3D dengan luas penampang yang sama pada setiap ketinggian memiliki volume yang sama. Memiringkan silinder tidak mengubah luas penampang lingkaran pada ketinggian berapa pun.

h (perp.) slant side

Geser untuk memiringkan silinder dan lihat bagaimana ketinggian tegak lurus tetap konstan

Volume Silinder Miring

Volume silinder miring menggunakan sudut miring dan panjang sisi, bukan tinggi tegak lurus. Pendekatan ini praktis bila ketinggian tegak lurus sulit diukur secara langsung.

Rumus volume silinder miring adalah:

V=π××L×sin(θ)

Dimana r adalah jari-jari silinder, L adalah panjang sisi (panjang miring), dan θ adalah sudut miring antara sisi dan alasnya.

Untuk menghitung volume silinder miring, ikuti 6 langkah berikut:

  1. Temukan jari-jari, panjang sisi, dan sudut miring silinder.
  2. Kuadratkan radiusnya.
  3. Kalikan hasilnya dengan Pi (π).
  4. Ambillah dosa sudut.
  5. Kalikan sin dengan panjang sisinya.
  6. Kalikan hasil dari langkah 3 dan 5. Hasilnya adalah volume silinder yang miring.
L (side) θ h = L·sin(θ)
sin(65°) = 0.906 → h = L × 0.906

Volume Silinder Elips

Silinder elips memiliki elips sebagai alasnya, bukan lingkaran. Elips mempunyai dua jari-jari: sumbu utama (jari-jari terbesar, sering diberi label a) dan sumbu minor (jari-jari terkecil, sering diberi label b).

Rumus volume silinder elips adalah:

V=π×a×b×h

Dimana a adalah sumbu mayor (jari-jari terbesar), b adalah sumbu minor (jari-jari terkecil), dan h adalah tinggi silinder.

Jika a = b, elips menjadi lingkaran dan rumusnya direduksi menjadi rumus standar volume silinder: V = π × r² × h.

a (major) b (minor)

Volume Silinder Oval

Silinder oval memiliki alas berbentuk oval (elips), bukan lingkaran. Istilah "silinder oval" dan "silinder elips" menggambarkan benda padat 3D yang sama — silinder dengan penampang elips.

Untuk mencari volume silinder oval, ikuti 4 langkah berikut:

  1. Kalikan jari-jari terkecil oval (sumbu minor) dengan jari-jari terbesar (sumbu utama).
  2. Kalikan hasil kali dengan Pi (π). Hasilnya adalah luas alas elips.
  3. Kalikan luas alas dengan tinggi silinder.
  4. Hasilnya adalah volume silinder oval.

Untuk silinder oval dengan sumbu mayor 8 cm, sumbu minor 5 cm, dan tinggi 12 cm: V = π × 8 × 5 × 12 = π × 480 = 1.507,96 cm³ (1,508 liter atau sekitar 0,398 galon AS).

a b h
V = π × a × b × h

Volume Silinder Kanan

Silinder siku-siku adalah silinder yang sisi-sisinya tegak lurus (dengan sudut 90°) terhadap alasnya yang berbentuk lingkaran. Yang dimaksud dengan “kanan” adalah sumbu yang menghubungkan pusat kedua alasnya tegak lurus terhadap alasnya. Kebanyakan silinder yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari — kaleng, botol, pipa — adalah silinder kanan.

Volume silinder siku-siku menggunakan rumus standar volume silinder: V = π × r² × h, dengan r adalah jari-jari silinder dan h adalah tinggi silinder.

Perbedaan silinder kanan dan silinder miring terletak pada orientasi sumbunya. Silinder kanan berdiri tegak, sedangkan silinder miring miring. Keduanya mempunyai volume yang sama jika tinggi dan jari-jari tegak lurusnya sama.

Kanan (90°)
Miring (miring)
Keduanya: 785.40 cm³ — volume yang sama jika r dan h (tegak lurus) cocok

Volume Silinder vs Bola

Sebuah bola yang tertulis di dalam silinder (menyentuh alas dan sisinya) memiliki hubungan volume tertentu dengan silinder tersebut. Volume bola sama dengan dua pertiga (⅔) volume silinder.

Rumusnya adalah:

  • Volume silinder = π × r² × h = π × r² × 2r = 2πr³
  • Volume bola = (4/3) × π × r³ = (4/3)πr³
  • Rasio: Bola / Silinder = (4/3)πr³ / 2πr³ = 2/3

Untuk silinder berjari-jari 5 cm dan tinggi 10 cm (2r): volume silinder = 2π × 125 = 785,40 cm³. Volume bola yang tertulis = (4/3) × π × 125 = 523,60 cm³, tepatnya ⅔ dari 785,40.

Cylinder: 2πr³
vs
r Sphere: ⅔ × 2πr³
Cylinder: 785.40 cm³  |  Sphere: 523.60 cm³  |  Ratio:

Volume: Silinder vs Kerucut

Kerucut yang jari-jari dan tingginya sama dengan silinder mempunyai volume tepat sepertiga (⅓). Hubungan ini adalah sifat dasar benda padat 3D.

Rumusnya menunjukkan hubungan:

  • Volume silinder = π × r² × h
  • Volume kerucut = (1/3) × π × r² × h
  • Rasio: Kerucut / Silinder = 1/3

3 buah kerucut yang jari-jari dan tingginya sama mengisi tepat 1 silinder. Hal ini dapat ditunjukkan dengan mengisi kerucut dengan air sebanyak tiga kali dan menuangkan air ke dalam silinder dengan dimensi yang sama — silinder tersebut terisi penuh.

Cylinder: πr²h
= 3×
Cone: ⅓πr²h
Cylinder: 785.40 cm³  |  Cone: 261.80 cm³  |  Ratio:

Alat Kalkulator

Jelajahi 39 kalkulator silinder khusus kami — masing-masing dirancang untuk kebutuhan penghitungan tertentu.

FAQ

Apa rumus volume silinder?
Volume silinder padat dihitung menggunakan rumus V = π × r² × h, dengan r adalah jari-jari dan h adalah tingginya. Untuk silinder berongga, rumusnya adalah V = π × h × (R² − r²), dengan R adalah jari-jari luar dan r adalah jari-jari dalam.
Unit apa yang didukung kalkulator ini?
Kalkulator ini mendukung 8 satuan panjang (milimeter, sentimeter, meter, kilometer, inci, kaki, yard, mil) untuk masukan dan 15 satuan volume (mm³, cm³, dm³, m³, km³, inci kubik, kaki kubik, yard kubik, mil kubik, mL, liter, galon AS, galon Inggris, ons cairan AS, ons cairan Inggris) untuk keluaran.
Apa itu silinder berongga?
Silinder berongga (juga disebut cangkang atau tabung silinder) adalah silinder dengan lubang di tengahnya. Bayangkan sebuah pipa atau cincin. Volume adalah selisih antara volume silinder luar dan volume silinder dalam.
Bagaimana cara mengkonversi antara jari-jari dan diameter?
Diameternya dua kali jari-jarinya (d = 2r). Kalkulator kami secara otomatis menyinkronkan bidang radius dan diameter — masukkan pembaruan satu dan lainnya secara instan.
Bisakah saya menggunakan satuan berbeda untuk radius dan tinggi?
Ya! Setiap kolom masukan memiliki pemilih unitnya sendiri. Kalkulator mengubah semuanya menjadi basis umum secara internal sebelum menghitung volumenya, sehingga Anda dapat mencampur satuan dengan bebas.
Apakah kalkulator ini gratis untuk digunakan?
Ya, Kalkulator Volume Silinder ini sepenuhnya gratis tanpa pendaftaran, tanpa iklan, dan tanpa batasan. Gunakan sebanyak yang Anda butuhkan.
Bagaimana cara mencari volume silinder?
Untuk mencari volume silinder: (1) Ukur jari-jari silinder (jarak pusat ke tepi alas lingkaran). (2) Kuadratkan jari-jarinya dan kalikan dengan Pi (π) untuk mendapatkan luas alasnya. (3) Kalikan luas alas dengan tinggi silinder. Rumusnya adalah V = π × r² × h. Gunakan kalkulator volume silinder kami di bagian atas halaman ini untuk hasil instan dengan konversi satuan otomatis.
Bagaimana cara menghitung volume sapuan silinder?
Untuk menghitung volume sapuan silinder (umumnya digunakan dalam perhitungan perpindahan mesin): (1) Bagilah diameter lubang dengan 2 untuk mendapatkan radius lubang. (2) Kuadratkan radius lubang. (3) Kalikan jari-jari kuadrat dengan Pi (π). (4) Kalikan hasilnya dengan panjang langkah (jarak gerak piston). Rumus volume sapuan adalah: V = π × (bore/2)² × stroke. Pastikan bore dan stroke menggunakan satuan yang sama.
Berapa volume sebuah silinder?
Volume silinder bergantung pada jari-jari dan tingginya. Sebuah silinder berjari-jari 1 cm dan tinggi 1 cm mempunyai volume 3,14 cm³. Sebuah silinder berjari-jari 5 cm dan tinggi 10 cm mempunyai volume 785,40 cm³ (0,785 liter). Sebuah silinder dengan jari-jari 10 cm dan tinggi 20 cm mempunyai volume 6.283,19 cm³ (6.283 liter atau sekitar 1.66 galon AS). Gunakan kalkulator volume silinder di atas untuk menghitung volume radius dan tinggi berapa pun.
Berapa volume yang dapat ditampung sebuah silinder?
Volume yang dapat ditampung sebuah silinder sama dengan volume internalnya: V = π × r² × h, dengan r adalah jari-jari dalam dan h adalah tinggi dalam. Cangkir kopi standar (radius 4 cm, tinggi 9,5 cm) menampung sekitar 478 cm³ atau 0,478 liter (16,2 ons cairan AS). Botol soda 2 liter berbentuk kira-kira berbentuk silinder dengan jari-jari 5,2 cm dan tinggi 23,5 cm, menampung sekitar 2.000 cm³ (2 liter atau 0,528 galon AS).
Bagaimana cara menghitung volume silinder dalam liter?
Untuk menghitung volume silinder dalam liter: (1) Hitung volume silinder menggunakan V = π × r² × h dengan pengukuran dalam sentimeter. Hasilnya dalam sentimeter kubik (cm³). (2) Bagi hasilnya dengan 1.000 untuk mengubah cm³ menjadi liter (1 liter = 1.000 cm³). Untuk silinder berjari-jari 7 cm dan tinggi 15 cm: V = π × 49 × 15 = 2,309,07 cm³ = 2,309 liter. Satu liter sama dengan 1 desimeter kubik (dm³) atau 0,264 galon AS.
Bagaimana cara menyatakan volume silinder dalam inci kubik?
Untuk menyatakan volume silinder dalam inci kubik: (1) Ukur jari-jari dan tinggi dalam inci. (2) Terapkan rumus V = π × r² × h. Hasilnya dalam inci kubik (cu in). Untuk mengonversi cm³ ke inci kubik, bagi dengan 16,387 (1 inci kubik = 16,387 cm³). Untuk mengonversi liter ke inci kubik, kalikan dengan 61,024 (1 liter = 61,024 inci kubik).
Mengapa volume kerucut sepertiga volume silinder?
Volume kerucut sama dengan sepertiga volume silinder dengan jari-jari dan tinggi yang sama karena luas penampang kerucut berkurang dari alas ke puncak. Pada ketinggian y dari alas, jari-jari penampang kerucut adalah r × (h − y)/h, sehingga luasnya adalah π × r² × ((h − y)/h)². Mengintegrasikan luas ini dari 0 hingga h menghasilkan (1/3) × π × r² × h — tepat sepertiga volume silinder πr²h. Hal ini dapat dibuktikan secara fisik dengan mengisi kerucut dengan air sebanyak 3 kali dan menuangkan air ke dalam silinder yang berukuran sama.
Mengapa volume silinder πr²h?
Volume silinder sama dengan πr²h karena 2 fakta geometri: (1) Luas lingkaran adalah πr². (2) Sebuah silinder dibentuk dengan menumpuk lingkaran-lingkaran identik (penampang) sepanjang ketinggian h. Volume bangun datar berbentuk prisma sama dengan luas alas dikalikan tinggi. Karena alas silinder berbentuk lingkaran dengan luas πr², dan tinggi silinder adalah h, maka volume totalnya adalah πr² × h. Prinsip ini berlaku untuk semua silinder siku-siku dan miring dengan penampang melingkar.